Tampilkan postingan dengan label jarkom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jarkom. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

WAN dan Internet



Apakah internet itu WAN? Dan apakah WAN itu internet?
Jadi jika ada pertanyaan apakah WAN itu termasuk internet??? Dan sebaliknya, apakah internet itu termasuk WAN?? Jawaban sederhananya ada pada deklarasi yang namanya internet itu apa, dan yang namanya WAN itu apa. WAN merupakan kumpulan dari beberapa LAN yang terhubung melalui router dalam ruang lingkup yang luas. Dan sekumpulan WAN yang terhubung oleh router itu adalah internet. Sudah jelas jawabannya bahwa di dalam internet terdapat beberapa WAN, atau bisa di katakana bahwa internet itu termasuk WAN. Sedangkan WAN belum tentu internet. Jika ada beberapa WAN yang terhubung dengan menggunakan router maka hal itu baru bisa di sebut dengan internet.




Download Artikel Lengkapnya Disini

Routing Statis



Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya,  jaringan  pengirim  hanya  tahu  bahwa tujuan  jauh  dari  router.  Dan  routerlah yang mengatur mekanisme pengiriman selain itu router juga memilih “jalan terbaik” untuk mencapai tujuan. Rute  Statis  adalah  rute  atau  jalur  spesifik  yang  ditentukan oleh  user  untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP "internetwork". Rute Static adalah Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau meng-update rute static ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork).
Mengkonfigurasi rute static adalah dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini selama jalur / rute aktif.
a.       Tabel Routing
Supaya  router  bisa  melayani  permintaan  untuk  meneruskan pengiriman  data, maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus saya kirim ke jaringan yang mana? Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai tabel routing yang berisi NET ID dan Default Gatewaynya.
Berdasarkan gambar 1, berikut ini adalah skenario pengiriman data dari  computer 192.168.1.5 ke komputer 192.168.2.36 :
                                                               i.      Komputer 192.168.1.5 ingin mengirim data ke 192.168.2.36, menyadari bahwa alamat tujuan tidak berada di jaringan lokal, maka komputer mencari daftar “default gateway” pada property TCP/IP yaitu 192.168.1.13. Paket data kemudian dikirim ke Gateway tersebut.
                                                             ii.      Pada komputer 192.168.1.13 paket data tersebut kembali diperiksa, dan ditemukan pada tabel routing bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan 192.168.2 lewat IP 192.168.2.43
                                                            iii.      Via IP 192.168.2.43 akhirnya data dapat ditransmisi ke tujuan yaitu 192.168.2.36

b.      Pentingnya Rute Statis
Rute Statis menjadi sangat penting jika software IOS Cisco tidak bisa membentuk sebuah rute ke tujuan tertentu. Rute Statik juga sangat berguna untuk membuat "gateway" untuk semua paket yang tidak bisa di"routing" (default route).
                                                               i.      "Stub Network"
Rute Statik, umumnya digunakan untuk jalur/path dari jaringan ke sebuah "stub network" (jaringan yang dibelakangnya tidak ada jaringan lain). Sebuah "stub network' (kadang di sebut "leaf node") adalah jaringan yang hanya dapat diakses melalui satu rute. Seringkali, rute statik digunakan sebagai jalan satu- satunya untuk keluar masuk jaringan Stub.
                                                             ii.      "Default route"
“Default route" adalah tipe rute statik khusus. Sebuah "default route" adalah rute yang digunakan  ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan.


c.       Mengkonfigurasi static routing
Membangun static routing pada router-router tidak begitu sulit. Anda tinggal masuk ke global  configuration mode dan jalankan formula berikut pada masing-masing router yang akan dikonfigurasikan :
Ip route <destination><mask><next_hop_address> 47

Berikut detail untuk masing-masing opsi :
-          Ip route : perintah untuk membuat static routing itu sendiri
-          Destination : network yang hendak ditambahkan ke routing table
-          Mask : subnet mask yang digunakan dalam network
-          Next_hop_address : address dari hop router selanjutnya, yakni yang akan menerima paket dan mem-forward-nya lagi ke network remote. Tidak lain berupa interface router dari router dari network yang terkoneksi secara langsung

Konfigurasi Jaringan Komputer




Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya yang menggunakan media komunikasi dan protokol sehingga dapat saling berbagi informasi. Manfaat dari jaringan komputer adalah:
·         Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk.
·         Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
·         Akses informasi: contohnya web browsing
1.      File Sharing
Merupakan penyediaan dan penerimaan file digital melalui sebuah jaringan, menggunakan model terpusat atau model peer-to-peer (P2P) ataupun Client-Server. File disimpan dan dilayani oleh personal computers user atau disimpan di suatu PC yang bertindak sebagai server. Mereka yang terlibat dalam file sharing di Internet merupakan penyedia file (upload) dan penerima file (download). File sharing adalah aktifitas dimana para pengguna Internet dapat berbagai file dengan pengguna Internet lainnya dengan cara penyedia file terlebih dahulu mengupload file ke komputer server dan kemudian para pengguna Internet yang lainnya dapat mendownload file tersebut dari komputer server.


2.      Printer Server
Printer jaringan adalah salah satu elemen penting dalam suatu jaringan komputer.baik jaringan berskala kecil seperti workgroup, jaringan business dan enterprise. Dalam skala jaringan business dan enterprise, membuat dan memaintenance printer jaringan adalah salah satu tugas yang sangat penting buat seorang administrator jaringan. Secara tradisional, printer jaringan dikoneksikan pada komputer lewat port parallel ataupun lewat port USB, kemudian printer tersebut di konfigurasi menjadi sharing printer sehingga beberapa user pada jaringan bisa mengaksesnya secara sharing. Printer jaringan pada Windows baik workgroup maupun Windows Server Infrastructure dapat mendukung dua jenis printer yang di representasikan pada Print Server sebagai Logical Printeryaitu :
a.       Printer yang terhubung local, printer jaringan ini terhubung kepada port fisik pada print server yaitu pada umumnya port USB atau parallel.
b.      Printer yang terhubung secara jaringan, printer ini terhubung kepada jaringan menggunakan protokol TCP/IP daripada terhubung langsung kepada port fisik.
Pada Windows, setiap jenis printer di representasikan pada print server sebagai sebuah  printer logical. Printer logical mendefinisikan karakter dan pola  dari printer termasuk driver, setting printer, default setting printer, dan property lainnya yang mengendalikan cara bagaimana printer tersebut memproses print job dan dikirim kepada printer yang dipilih. Ada dua cara meng-implementasikan printer jaringan kepada printer yang terhubung ke jaringan.
a)      Logical Printer diinstall pada semua computer clients, dan menghubungkan Logical Printer tersebut langsung kepada printer yang terhubung kepada jaringan. Tidak ada print server dalam model ini. Setiap komputer memelihara sendiri setting, print processor, print queue, semua print job di proses pada komputer lokal disisi user daripada harus di offload kepada print server .
b)      Model Three-Part yang terdiri dari fisik printer itu sendiri, Logical Printer yang di host pada print server itu, dan printer client yang terhubung kepada server printer logical.
Untuk berkomunikasi dengan host lain di dalam suatu jaringan, sebuah host harus mempunyai IP (Internet Protocol) address. Pada praktikum ini, IP yang digunakan adalah IPv4 yang memiliki panjang 32 bit (4 byte).


IP address sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian network address dan node/host address. IPv4 terdiri dari 5 class, yaitu A, B, C, D dan E. Kelas D digunakan untuk multicasting, sedangkan kelas E untuk riset.

Berikut adalah IP Address Range untuk masing-masing kelas :
Kelas IP Address
IP Address
Netmask Default
A
1.0.0.0-127.0.0.0
255.0.0.0
B
128.0.0.0-191.255.0.0
255.255.0.0
C
192.0.0.0-223.255.255.0
255.255.255.0
D
224.0.0.0-239.255.255.255
-
E
240.0.0.0-255.0.0.0
-

Subnetting Classfull dan Classless





1.    Classfull dan classless
IP Address merupakan sederetan angka-angka bersifat unik yang terdiri atas 32 bit dan terbagi menjadi 4 oktet, tiap oktet terdiri atas 8 bit.  IP address digunakan untuk memberi alamat suatu komputer dalam sebuah jaringan.
Pembagian IP Address di bagi menjadi 2, yaitu classfull dan classless.
Classfull merupakan metode pembagian ip address berdasarkan kelas IP Address yang sudah ditentukan dan dibagi menjadi 5 kelas yaitu kelas A, B, C, D dan E.
Kelas A = range byte pertama adalah 0 – 127. panjang netid 8 bit dan panjang host id 24 bit.

Kelas B = range byte pertama adalah 128 – 191.panjang netid 16 bit dan panjang host id 16 bit.
Kelas C = range byte pertama adalah 192 – 223. panjang netid 24 bit dan panjang host id sebanyak 8 bit.
Kelas D = range byte pertama 224 – 239. IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicast dan tidak digunakan untuk keperluan umum.
Kelas E = range byte pertama 240 – 255. Kelas E digunakan untuk keperluan penelitian.

Tiap IP address mempunyai satu kunci yg mengidentifikasi kelas
Class A : IP address mulai dg “0”
Class B : IP address mulai dg “10”
Class C : IP address mulai dg “110”
Class D : IP address mulai dg “1110”
Class E : IP address mulai dg “11110”

Classless merupakan metode pengalamatan ip address tanpa mengenal kelas dari ip address tersebut. Yaitu dengan cara menggunakan Classless-Inter Domain Rouing (CIDR) atau juga dapat dikenal dengan istilah panjang prefiks. Format pengalamatannya adalah dengan memberi tanda slash (/) di belakang alamat IP kemudian diikuti dengan variabel panjang prefiks.
Contoh: 172.26.78.3/28
172.26.78.3 = alamat IP, /28 = panjang prefiks (CIDR)
Dengan metode classless dapat menyederhanakan tabel routing dengan cara satu tabel routing dapat untuk beberapa jaringan sehingga menghemat penggunaan kapasitas router dalam membuat tabel routing. Selain itu, metode ini memungkinkan untuk menggunakan alamat IP kelas A dan B dengan panjang prefiks tertentu yang belum dipakai.

2.    Subnetting
Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telah dimiliki.
a.    Fungsi Subnetting
Fungsi subnetting antara lain sbb:
1.    Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
2.    Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
3.    Pengelolaan yang disederhanakan.
4.    Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh,
Untuk contohnya kita bisa ambil kasus sebagai berikut : WAN yang menggunakan jaringan antar kota yang berbeda. lebih optimpal jaringan tersebut dengan subnetting.
b.   Proses Subnetting
Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain
1.    Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet maskMenentukan jumlah host per subnet
2.    Menentukan subnet yang valid
3.    Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet
4.    Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet
   

3. CIDR dan VLSM
CIDR adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting.
CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada sistem yang lama adalah bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yang sangat besar. Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan. CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.


        Subnet Mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting
VLSM adalah teknik yang memungkinkan administrator jaringan untuk membagi ruang alamat IP ke subnet yang berbeda ukuran, tidak seperti ukuran Subnetting. Untuk menyederhanakan VLSM adalah dengan memecah alamat IP ke subnet (beberapa tingkat) dan mengalokasikan sesuai dengan kebutuhan individu pada jaringan. Hal ini juga dapat disebut IP tanpa kelas pengalamatan. Sebuah classful menangani mengikuti aturan umum yang telah terbukti berjumlah pemborosan alamat IP.